- Ubah Paradigma.
- Ciptakan Penghasilan dari Penghematan.
- Ciptakan nilai tambah optimal.
- Ciptakan nilai ekonomi.
Atca

Rasanya akhir-akhir ini berita yang paling menghebohkan adalah tentang kasus AA.
Tapi saat ini aku tidak akan posting tentang kasus ini, yang aku posting kali ini adalah tentang caddie dan apa itu tugas seorang caddie.
Olah raga golf memang tidak dapat dipisahkan dengan peranan caddie. Setiap orang yang bermain golf hampir tidak mungkin sendirian tanpa dibantu oleh caddie. Profesi caddie di lapangan golf sebenarnya tidak berbeda dengan profesi di bidang lain. Mereka butuh kualifikasi tertentu dan punya tanggung jawab profesional.
Secara umum, tugas caddie adalah membawa tas/bag pemain yang beratnya bisa 10-20kgan, membersihkan stik golf, memperbaiki bekas pukulan pada bola golf, membersihkan halangan di perangkap pasir, mengangkat bendera penunjuk lubang. Selain itu, caddie bisa menjadi penasihat atau teman berdiskusi pemain golf, misalnya untuk bisa membaca situasi lapangan, keadaan cuaca, arah angin, serta membantu pemilihan tongkat golf. Istilah kerennya, caddie bagi seorang pegolf ibarat navigator dalam dunia balap mobil. Karena itu, seorang caddie seharusnya adalah orang yang menguasai/atau paling tidak mengetahui hal-hal tentang golf.
Kalau dilihat dari apa yang dikerjakan, caddie merupakan pekerjaan yang cukup berat...karena selain membawa bag dan stick golf yang berat sekalipun bisa memakai roda, bermain golf tidak cukup berjalan satu/dua jam saja... dengan bayaran antara Rp 50.000-200.000. Itu pun tergantung gengsi lapangan golf tempatnya bekerja. Bayaran sebesar itu tidak terbatas untuk sembilan atau 18 hole, tak peduli berapa jam bermain, dan dengan kondisi hujan atau panas terik sekalipun.
Berdasarkan sepengetahuanku (karena aku sempat beberapa kali ikut hubby main golf) di tempatku tidak ada caddie wanita...masih konsisten memakai caddie dari kaum adam alias caddie laki-laki...dan rasanya memang agak aneh sekali kalo ada caddie yang wanita....menurutku terlalu berat kerjaannya...
Regards
Sebetulnya ini hasil seminar yang aku ikuti tanggal 19 april lalu ... tapi mau posting kok tertunda terus ya...jadinya baru hari ini sempat posting.
Mudah-mudahan bermanfaat buat semua teman yaang sempat baca...
Disini aku pengen share dan sama-sama belajar...bahwa emosi sebetulnya adalah anugerah Tuhan yang diberikan pada kita....dengan emosi kita bisa kuat menghadapi cobaan dan rintangan yang menghadang hidup kita...tapi dengan emosi juga kita bisa menghancurkan hidup kita....tergantung bagaimana kita bisa mengelola emosi itu..
Contohnya seorang nenek yang tiba-tiba mampu mengangkat lemari es ketika rumahnya terbakar....padahal kalau pada saat-saat biasa...belum tentu si nenek mampu mengangkatnya....karena ada emosi itulah maka si nenek seperti mendapat kekuatan.
Emosi merupakan perasaan, pikiran, keadaan biologis dan psikologis, serta serangkaian kecenderungan ntuk bertindak. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kita bisa memilih reaksi yang tidak merugikan diri sendiri dan orang lain serta tidak melanggar ajaran agama...apalagi emosi yang akan merusak rumah tangga dan masa depan.
Emosi ibarat kuda....yang bisa kita pacu untuk mencapai tujuan...tinggal bagaimana kita memilih tujuan yang kita dapat...tujuan kita, atau tujuan si "kuda".
Aristoteles menulis:
" Siapapun bisa marah-marah...marah itu mudah. Tetapi marah pada orang yang tepat, dengan kadar yang sesuai, pada waktu yang tepat, demi tujuan yang benar, dan dengan cara yang baik...itu bukanlah hal mudah"
hmmm.dan ternyata memang susah sekali....kadang ego kita selalu lebih berbicara...hingga kita tidak mau mendengar orang lain dan bisa berakibat fatal...
Saling pengertian, saling percaya, saling menghormati dan berempati pada orang lain sangat diperlukan...sadar bahwa tidak ada orang yang sempurna, dan kita tidak bisa berharap untuk orang lain mengerti kita, kalau kita tidak bisa mengerti orang lain..
Terus terang, seperti sebuah ungkapan ... bahwa menulis atau berkata saja gampang, tapi dalam pelaksanaannya sehari-hari, ternyata berat sekali...dan banyak sekali godaannya...sampai sekarangpun, aku masih susah sekali menerapkan dalam kehidupan sehari-hari...
Semoga bermanfaat ya...
*hidup sudah susah...jangan dibikin tambah susah...jadikan hidup indah dengan saling pengertian dan senyum kasih sayang*
Regards