Quarterlife Crisis-Bagaimana Membuat Diri Menjadi Berarti

Quarterlife crisis atau krisis paruh baya ternyata tidak dialami oleh para wanita usia 20-an yang merasa khawatir akan masa depan mereka. Krisis ini juga banyak dialami oleh para ibu-ibu muda yang terpaksa harus meninggalkan cita-citanya dan beralih profesi menjadi ibu rumah tangga.

Berdasarkan survey Woman, Lembaga pemberdayaan Perempuan, 70% ibu muda minimal lulusan D3 dan banyak yang mengalami situasi tersebut. Mereka terpaksa harus meninggalkan pekerjaan mereka setelah menikah dan mempunyai anak. Akibatnya, hampir seperti post power syndrome, merasa tidak percaya diri, merasa hidup membosankan, merasa tidak dihargai dan perasaan negatif lainnya. Tekanan ini makin berat ketika membandingkan dirinya dengan rekan-rekan mereka yang telah sukses.

Apa yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah ini? Bagaimana caranya untuk bangkit dan membuat hidup ini kembali menjadi berarti dan penuh warna?

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan agar tidak larut dalam kondisi yang serba tidak menyenangkan ini.
  • Ubah Paradigma.
Paradigma bahwa profesi ibu rumah tangga adalah profesi "hanya" atau "cuma" sudah terinternalisasi dalam masyarakat secara umum, yang menjadi ibu rumah tangga otomatis kesempatan untuk bekerja menjadi lebih sulit. Paradigma ini harus segera dirubah.
"sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (Ar Ra'd:11)
Pekerjaan sebagai ibu rumah tangga adalah tugas mulia dan sangat berat. Gelar S3 pun bukanlah tiket untuk dapat menjadi istri dan ibu yang baik. Anda seharusnya bangga bahwa pekerjaan anda adalah mengurus keluarga dan mendidik anak-anak yang sangat Anda cintai.
Kebanggaan ini tentunya harus dibuktikan dengan keberhasilan membentuk keluarga sakinah dan menghasilkan keturunan yang saleh. Keberhasilan suatu bangsa ditentukan oleh kaum wanitanya..dan bukankah dibelakang orang-orang besar selalu ada seorang ibu?
  • Ciptakan Penghasilan dari Penghematan.
Sebagai ibu rumah tangga, seorang istri adalah bendahara yang harus pintar memutar uang dan menggunakan uang sebaik-baiknya. Menggunakan uang dengan bijak dan memberikan keuntungan untuk masa depan keluarga.
Yang harus diwaspadai adalah predikat sebagai ibu rumah tangga yang "pengacara" alias pengangguran banyak acara, yang kegiatan sehari-hari adalah shopping, clubbing dan kegiatan lain yang banyak mudaratnya daripada manfaatnya.
  • Ciptakan nilai tambah optimal.
Beri nilai tambah bagi profesi ibu rumah tangga, yaitu dengan memiliki ketrampilan yang dapat dibanggakan. Misalnya kreatif dalam mengolah makanan sehingga anak-anak akan bangga menikmati masakan ibunya, menjahit pakaian...tentu kebanggaan tersendiri bila anak/suami mengenakan pakaian hasil karya Anda. Atau berkebun dihalaman rumah..suatu kebanggaan juga jika melihat kebun menjadi asri dari hasil ketekunan anda.
Anda tidak perlu menjadi seorang ahli memasak, seorang penjahit handal ataupun musisi untuk meningkatkan nilai tambah tersebut, anda bisa belajar dari buku, internet atau kursus singkat.
  • Ciptakan nilai ekonomi.
Ada banyak pilihan untuk dapat menciptakan nilai ekonomi. bisa berawal dari keahlian manjahit, memasak dan yang lain. Jika ketrampilan belum mencukupi, masih banyak alternatif yang bisa Anda lakukan dirumah untuk menghasilkan nilai ekonomi, misalnya: membuka butik dan lain-lain.

Dengan keempat hal diatas, Insya Allah tidak akan terbelenggu oleh perasaan-perasaan negatif yang muncul sebagai akibat dari Quarterlife crisis. Kuncinya, Bagaimana membuat diri menjadi berarti. Jadilah ibu rumah tangga yang menyadari sepenuhnya bahwa tugas yang diembannya adalah tugas yang sangat berarti dan mulia.
Ini bukan berarti Anda tidak punya hak untuk memperhatikan diri sendiri. Sebagai ibu rumah tangga anda juga berhak untuk memiliki libur atau cuti. Beri kesempatan kepada diri anda untuk menikmati waktu untuk diri sendiri, dengan pergi ke Gym atau kesalon seminggu sekali, pergi kepengajian atau kegiatan lainnya yang menambah pengetahuan dan aktualitas diri sekaligus memperluas pergaulan.
Hal ini membantu anda untuk men charge pikiran dan tenaga, sehingga Anda tetap menghasilkan produktivitas yang tinggi sekalipun berperan sebagai ibu rumah tangga.





[Selengkapnya...]

Caddie



Rasanya akhir-akhir ini berita yang paling menghebohkan adalah tentang kasus AA.
Tapi saat ini aku tidak akan posting tentang kasus ini, yang aku posting kali ini adalah tentang caddie dan apa itu tugas seorang caddie.

Olah raga golf memang tidak dapat dipisahkan dengan peranan caddie. Setiap orang yang bermain golf hampir tidak mungkin sendirian tanpa dibantu oleh caddie. Profesi caddie di lapangan golf sebenarnya tidak berbeda dengan profesi di bidang lain. Mereka butuh kualifikasi tertentu dan punya tanggung jawab profesional.

Secara umum, tugas caddie adalah membawa tas/bag pemain yang beratnya bisa 10-20kgan, membersihkan stik golf, memperbaiki bekas pukulan pada bola golf, membersihkan halangan di perangkap pasir, mengangkat bendera penunjuk lubang. Selain itu, caddie bisa menjadi penasihat atau teman berdiskusi pemain golf, misalnya untuk bisa membaca situasi lapangan, keadaan cuaca, arah angin, serta membantu pemilihan tongkat golf. Istilah kerennya, caddie bagi seorang pegolf ibarat navigator dalam dunia balap mobil. Karena itu, seorang caddie seharusnya adalah orang yang menguasai/atau paling tidak mengetahui hal-hal tentang golf.

Kalau dilihat dari apa yang dikerjakan, caddie merupakan pekerjaan yang cukup berat...karena selain membawa bag dan stick golf yang berat sekalipun bisa memakai roda, bermain golf tidak cukup berjalan satu/dua jam saja... dengan bayaran antara Rp 50.000-200.000. Itu pun tergantung gengsi lapangan golf tempatnya bekerja. Bayaran sebesar itu tidak terbatas untuk sembilan atau 18 hole, tak peduli berapa jam bermain, dan dengan kondisi hujan atau panas terik sekalipun.

Berdasarkan sepengetahuanku (karena aku sempat beberapa kali ikut hubby main golf) di tempatku tidak ada caddie wanita...masih konsisten memakai caddie dari kaum adam alias caddie laki-laki...dan rasanya memang agak aneh sekali kalo ada caddie yang wanita....menurutku terlalu berat kerjaannya...



Regards



[Selengkapnya...]

Kecerdasan Emosi

Sebetulnya ini hasil seminar yang aku ikuti tanggal 19 april lalu ... tapi mau posting kok tertunda terus ya...jadinya baru hari ini sempat posting.
Mudah-mudahan bermanfaat buat semua teman yaang sempat baca...

Disini aku pengen share dan sama-sama belajar...bahwa emosi sebetulnya adalah anugerah Tuhan yang diberikan pada kita....dengan emosi kita bisa kuat menghadapi cobaan dan rintangan yang menghadang hidup kita...tapi dengan emosi juga kita bisa menghancurkan hidup kita....tergantung bagaimana kita bisa mengelola emosi itu..
Contohnya seorang nenek yang tiba-tiba mampu mengangkat lemari es ketika rumahnya terbakar....padahal kalau pada saat-saat biasa...belum tentu si nenek mampu mengangkatnya....karena ada emosi itulah maka si nenek seperti mendapat kekuatan.

Emosi merupakan perasaan, pikiran, keadaan biologis dan psikologis, serta serangkaian kecenderungan ntuk bertindak. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kita bisa memilih reaksi yang tidak merugikan diri sendiri dan orang lain serta tidak melanggar ajaran agama...apalagi emosi yang akan merusak rumah tangga dan masa depan.

Emosi ibarat kuda....yang bisa kita pacu untuk mencapai tujuan...tinggal bagaimana kita memilih tujuan yang kita dapat...tujuan kita, atau tujuan si "kuda".

Aristoteles menulis:
" Siapapun bisa marah-marah...marah itu mudah. Tetapi marah pada orang yang tepat, dengan kadar yang sesuai, pada waktu yang tepat, demi tujuan yang benar, dan dengan cara yang baik...itu bukanlah hal mudah"

hmmm.dan ternyata memang susah sekali....kadang ego kita selalu lebih berbicara...hingga kita tidak mau mendengar orang lain dan bisa berakibat fatal...
Saling pengertian, saling percaya, saling menghormati dan berempati pada orang lain sangat diperlukan...sadar bahwa tidak ada orang yang sempurna, dan kita tidak bisa berharap untuk orang lain mengerti kita, kalau kita tidak bisa mengerti orang lain..
Terus terang, seperti sebuah ungkapan ... bahwa menulis atau berkata saja gampang, tapi dalam pelaksanaannya sehari-hari, ternyata berat sekali...dan banyak sekali godaannya...sampai sekarangpun, aku masih susah sekali menerapkan dalam kehidupan sehari-hari...

Semoga bermanfaat ya...
*hidup sudah susah...jangan dibikin tambah susah...jadikan hidup indah dengan saling pengertian dan senyum kasih sayang*

Regards



[Selengkapnya...]